Dunia Kemarin Mengesankan dan Apa yang terjadi esok, Allah tentukan yang terbaik untukku.
  • facebook

Pancasila telah diajarkan kepada seorang mahasiswa semester 1 selama kurang lebih 12 tahun. Sejak masih dibangku sekolah dasar kelas 1, seorang siswa telah diajarkan nilai-nilai dalam pancasila. Namun pendidikan pancasila seringkali dianggap sebagai pelajaran yang kurang diminati dan cenderung dianggap membosankan. Kondisi sedemikian menjadikan proses pembelajaran pendidikan pancasila setengah hati dan sekedar formalitas melalui sebuah mata kuliah atau pelajaran.

Namun jauh dari yang siswa bayangkan, pancasila memiliki nilai luhur yang apabila masyarakat Indonesia menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dalam hidup bermasyarakat, bernegara dan berbangsa, bukan tidak mungkin pencapaian keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat diwujudkan lebih cepat.

Secara formal dalam ujian, test dan bentuk penilaian tertulis, mahasiswa cenderung mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan pancasila dengan benar baik itu tentang kerukunan beragama, toleransi, musyawarah mufakat, dan persatuan bangsa. Hasil test tertulis menjadi pertanyaan saat melihat realita siswa dan mahasiswa yang meskipun tidak semuanya memiliki sikap individualis, mementingkan kelompok, perkelahian massal, kerusuhan dan lainnya. Demikian  juga mantan siswa dan atau mahasiswa yang telah berkarya dan pada beberapa diantaranya muncul korupsi, penipuan, penyalahgunaan wewenang. kondisi sedemikian menjadikan pendidikan pancasila seakan-akan hanya formalitas untuk dilalui namun belum diamalkan dalam kehidupan.

 Mengutip pernyataan Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam konggres Pancasila IVdalam Kompas edisi 01 Juni 2012, Ideologi Pancasila saat ini tidak membumi, karena nilai-nilainya belum mampu diimplementasikan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Implementasi nilai luhur Pancasila masih sangat jauh dari harapan. Kedudukan Pancasila sebagai penuntun kehidupan berbangsa dan bernegara belum mampu diimplementasikan masyarakat. Meskipun Pancasila diakui sebagai penuntun, masyarakat justru banyak dipandu nilai di luar Pancasila seperti pragmatisme dan primordialisme. Nilai itu mungkin dianggap sesuai untuk bertahan dalam masyarakat modern, sehingga masyarakat lebih banyak mengadopsi nilai-nilai dari luar.

Ada baiknya membuat mata kuliah pendidikan pancasila yang banyak dipenuhi materi-materi membosankan dapat menjadi mata kuliah interaktif yang menyenangkan dan menarik untuk dikaji oleh mahasiswa.  Studi-studi kasus dapat membuka hati dan pikiran mahasiswa untuk menemukan hal terbaik dalam kehidupannya. Apakah Pancasila masih diperlukan? apakah pancasila masih perlu dipelajari? Jika dosen bertanya sedemikian pada mahasiswa, pasti jawabannya perlu. Namun sejauh apa keperluannya, itu yang dapat diperdalam pada mata kuliah pendidikan pancasila. Semoga mata kuliah yang menyenangkan dan tidak membosankan dapat lebih menanamkan nilai positif pancasila dalam kehidupan mahasiswa selanjutnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *